Senin, 09 Maret 2009

Wawancara KPR BTN

Kebutuhan manusia akan rumah itu pasti, baik dengan membeli, ngontrak, nebeng atau bagaimanapun caranya...

Dalam hal ini pembelian rumah, baik second dan baru dapat dilakukan dengan cara :

  1. Membeli dengan sistem Kas keras
  2. Membeli dengan sistem Kas Berangsur
  3. Membeli dengan sistem KPR

Apabila kita diberi "rezeki lebih" gak salah kita membeli rumah dengan kas keras atau diangsur.. (bagus malah gak perlu mikirin cicilan KPR), tapi klo kita saat ini memiliki keterbatasan dalam hal keuangan biasanya untuk keluarga muda yang mulai kehidupannya dari "Nol".... tentunya kita harus mulai memutar otak / melakukan perhitungan-perhitungan dalam membeli rumah... tentunya disarankan melalui fasilitas KPR yang tersedia di Bank-Bank Indonesia.


Saat ini untuk membeli rumah minimal dana yang harus dipersiapkan adalah :

  • Rumah Baru : DP 10% s.d 30% dari harga rumah (sesuai penilaian Bank) + Biaya pajak (PPN & BPHTB pembeli) + Biaya lain2 (notaris, asuransi, surat, IMB - dll)+ Biaya KPR.
  • Rumah Second : DP Min 30% dari harga rumah (sesuai penilaian Bank) + Biaya pajak (BPHTB pembeli) + Biaya lain2 + Biaya KPR.

Saat ini saya akan menggunakan fasilitas KPR dari Bank BTN, yang kebetulan satu-satunya bank rujukan developer... setelah kita menentukan pilihan rumah baru yang akan kita beli, kita diwajibkan menyerahkan aplikasi pengajuan KPR berupa :

  1. Form Aplikasi pengajuan yang telah diisi (dengan materai).
  2. Aplikasi pemesanan rumah
  3. Foto 2x3 suami istri (s/i)
  4. Foto copy KTP s/i.
  5. Foto copy Kartu Keluarga (yang sudah satu ataupun yang masih terpisah)
  6. Foto copy Slip gaji / keterangan penghasilan
  7. Foto copy NPWP / SPT PPh 21
  8. Foto copy Surat keterangan dari kantor
  9. Foto copy jamsostek dan nametag
  10. Dll (klo diperlukan)

Setelah itu tanggal 7 Maret 2009 kemaren, Saya dan istri diundang untuk dilakukannya "wawancara" dengan pihak Bank dan juga didampingi oleh Developer --- intinya adanya pertemuan ini bertujuan dimana pada setelah akad kredit nanti (klo disetujui) tidak ada perselisihan antara pihak Bank dengan pembeli (konsumen)...

Dalam wawancara ini bank memiliki kewajibannya untuk memberikan seluruh informasi mengenai KPR dan menjawab pertanyaan dari calon konsumen, adapun hal-hal penting yang dapat saya saring adalah sebagai berikut :

  1. Saat ini rate KPR BTN a/ 14,50%, namun hal ini terdapat berubah disesuaikan berdasarkan kebijakan bank pada saat akad kredit,-- (smoga turun deh, karena SBI kan udah 7,75%).
  2. Sistem Anuitas, dimana bunga diperhitungkan setiap bulannya jadi bisa berubah tiap bulan, berbeda dengan flat yang angsurannya hanya diperhitunkan pada awal pinjaman/tahun. Bagus mana tergantung dari kita sendiri dan kondisi perekonomian negri kita tentunya.
  3. Pembayaran sebagaian pokok dapat dilakukan setelah 1 tahun berlalu, itupun dengan jumlah minimal 5 kali anguran. dan pembayaran pokok hanya denga membawa materai 1 lembar untuk merubah perjanjian awal (gak ada biaya admin lainnya-- gak tau ya klo bank lain), dan setelah itu dapat memilih opsi menurunkan jumlah angsuran atau waktu tenor cicilan.
  4. Klu mau dilunasi (setelah 1 tahun berlalu) -- ada pinalti 1% dari jumlah pokok yang masih terhutang.
  5. Pada saat akad, konsumen harus meyakinkan developer telah menyerahkan seluruh kewajibannya, jadi klo ada yang aneh2 setelah akad mengenai bangunan -- pihak Bank tidak dapat digangu gugat. (jadi mendingan make sure tuh bangunan oke pastinya).
  6. Untuk renovasi monggo, Bank BTN malah seneng katanya nilainya jaminan pasti akan lebih tinggi.
  7. Untuk Plafond saat ini bank BTN mempergitungan dengan cara : (Total penghasilan/bulan - biaya hidup/bulan) x 70%. jadi apabila seseorang dengan penghasilan 10 juta sebulan dan biaya hidup (sesuai jumlah tanggungan) sebesar 4 juta maka plafond kredit yang akan diterima adalah ===== (10.000.000 - 4.000.000) x 70% = Rp. 4.200.000 maks cicilan /bulannya - lalu lihat tabel cicilan dengan bunga yang berlakusaat ini, dan dapatlah jumlah maksimal pinjaman KPR kita...
  8. Untuk sertifikat tentu ditahan Bank, dan kebetulan rumah yang saya beli akan ber SHGB pada saat akan saya terima, Bank juga dapat memberikan jasa peningkatan Hak jadi SHM dari notarisnya tapi gak gratis namanya juga jasa.

Selain itu sebelum akad pastikan janji-janji dari developer untuk kita terima /peroleh sebelum akad kredit, misalnya saat saya membeli rumah seluruh biaya KPR ditanggung developer dan adanya subsidi angusran cicilan KPR sebesar 2% untuk 1 tahun pertama (lumayanlah), dan pastikan listrik sudah masuk. - Bank tidak akan memaksakan melakukan akad sebelum calon konsumen sudah “sreg” bener dengan kondisi rumah / atau dalam kata lain akad terjadi tanpa adanya paksaaan bagi kosumen.

So … dari pengalamana itu mungkin ada informasi yang dapat saya berikan, untuk selanjutnya selamat memilih dan menentukan sendiri Bank pemberi fasilitas dan system pembayaran anda..

Firman,

22 komentar:

  1. congrats dude, ur a home owner now! FFC (Firman Fans Club) gimana kabarnya?

    BalasHapus
  2. Trimks,sukses terus buat bapak,saya tdk menyangka teryata pak firman jagoo nich jelasin secara detil tentang cara kredit kepemilikan rumah,trimks pak, sangan bermamfaat buat saya yg ingin membeli rumah secara KPR,triksh sukses terus pak firman

    BalasHapus
  3. waduh...kalo misalkan struk gaji pengaruh gk..klo gapok kita kecil tapi tunjangan kita besar..bisa acc bank gk

    BalasHapus
  4. Bisa aja om egga, soalnya yang dilihat bank a/take home pay (THP), mereka di cross cek ke rekening tabungan kita....apabila sesuai, maka THP itu jadi acuan bank untuk perhitungan kecukupan cicilan/plafond pinjaman..

    BalasHapus
  5. saya mau tanya kira2 berala lama nunggu keputusan bank btn setelah wawancara kpr. soalnya sudah hampir 2 mingguan saya belum dihubungi kembali sama bank btn.

    BalasHapus
  6. pak saya saat ini kan mau ambil rumah dengan sistem kpr. saya sudah wawancara dengan bank btn tapi hampir kurang lebih 2 mingguan kok belum ada keputusan dari bank btn kira2 kenapa ya pak. klo boleh saya minta saran dari bapak. terima kasih....

    BalasHapus
  7. klo untutuk itu, sebaiknya bapak follow up terus dan tanyakan apakah terdapat kekurangan data dari calon konsumen atau proses BTN setempat yang membutuhkan waktu lebih...

    BalasHapus
  8. terimakasih penjelasannya pak sangat lengkap dan membantu bagi saya yg ingin mengurus KPR

    BalasHapus
  9. saya sudah selesai proses jual beli dengan BTN dan sudah akad, dan sudah mulai bayar cicilan KPR BTN
    Apa yang bisa saya ambil ke BTN sebagai bukti bahwa saya sedang melakukan KPR misalnya apakah copy sertifikat atau surat jual beli atau yang lainya ? sbb sejauh ini pihak BTN tidak pernah menghubungi lagi, hanya melakukan pemotongan dari rekening tabungan BTN saya tiap bulan.
    Mohon informasinya. terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul pak, perlakuan BTN kepada saya pun tidak lebih seperti yang bapak alami setelah hampir 3 tahunt ini, jadi selama ini saya mencoba untuk usaha sendiri, yait dengan melakukan print out buku rekening secara periodik, dan menanyakan sisa saldo hutang saya setahun sekali... bahkan surat-surat pun sampai dengan hari ini belum ada info jelas, jadi hanya dipimpong kesana-kesini yang terakhir dilempar kembali ke pengembang dan notaris.
      jadi untuk sementara saya hanya berpegang pada perjanjian kita dan BTN utk KPR atas rumah yang kita beli. :)

      Hapus
  10. saya juga lagi ngajuin kpr ke btn,,,,tp sptnya kok lama sekali yah, proses ke tahap wwcrnya, sy gak tahu yg salah dimana, sdh hampir 2 bulan sejak berkas diajukan pihak developer, tp sampai hari ini belum ada kabar juga, apa memang begitu ya proses di btn ? lammmaa banget, bahkan utk panggilan wwcr kpr sekalipun -- yg notabene blm tentu jug akpr nya di approve --. mhn info utk yg sdh berpengalaman, thanks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebaiknya dihubungi saja BTN-nya pak, apa dari kita ada yang "miss" dalam penyampaian dokumen maka tidak diteruskan oleh bank prosesnya, namun tidak diinformasikan kepada kita atau dari banknya yang masih membutuhkan waktu proses internalnya.
      Biasanya hal ini kita dibantu oleh developer Pak, secara mereka juga butuh dana segar dari hasil penjualan unit rumah.
      Tapi biasanya sih dikejar akad itu bulan maret, juni, September dan Desember (hehehe... biasa kejar target triwulanan)...:)
      yah positifnya dari proses yang lama ini kita masih bisa nabung untuk nambah DP rumahnya, sehingga cicilannya nanti lebih rendah lagi.

      Hapus
  11. Untuk hal rumah second pak, apakah ada survey ?. apakah survey yang dilakukan ditempat domisili kita sekrang atau rmah yg akan kita beli tersebut pak ?.trima kasih mohon bantuanny.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya ada proses survey pak, tentunya survey ke penilaian jaminan yang akan diagunkan.

      Hapus
  12. saya lg ngurus KPR rumah ni pak, surat-surat apa saja ya pak yang bisa saya dapatkan atau bisa saya minta sehubungan dengan KPR .
    n bonus apa saja yang bisa di tagih (soalnya saya ga dikasih bonus apapun pak..) .
    tq

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau mengenai surat-surat yang saya alami adalah hanya surat salinan akad kredit dengan Bank ybs, namun untuk surat-surat lainnya seperti AJB, IMB, Sertifikat dapat diterima kemudian hari (sesuai dengan penyelesaian dilapangan), namun untuk lebih jelasnya sebaiknya menghubungi bank setempat, karena Mungkin setiap bank berbeda-beda perlakuan.

      Klau untuk bonus tergantung promo bank / pengembang masing-masing... :)

      Hapus
  13. Saya saat ini sedang mengurus kpr perumahan,nah Saat nanti wawancara sama pihak bank apakah saya harus bilang tinggal serumah sama ortu atau ngontrak karna saat ini sy ngontrak Dan apakah pihak bank aka survey kerumah apa tidak.mohon infonya thanks.

    BalasHapus
  14. Saya sedang mengajukan kpr btn,dan bbrapa hari kedepan dipanggil utk wawancara dg pihak bank,kira2 pertanyaan2 apa saja yg diajukan oleh pihak bank ya pak?sehingga kami bisa sukses menjawab pertanyaan2 tersebut.mohon infonya ya pak,agar kami lebih percaya diri lagi.terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
  15. Biasanya pada saat wawancara dengan bank apa saja pertanyaan yg diajukan oleh pihak bank?.mohon infonya pak firman...Trimakasih

    BalasHapus
  16. Pada saat wawancara dengan pihak bank pertanyaan apa saja yg diajukan pihak bank kepada konsumen?

    BalasHapus
  17. Pak Firman, saya akab akad kredit di CR tahun 2014 ini, mohon dapat sharing pengalamanta apakah sampai saat ini aspek legalitas rumah sudah oke? ( sertifikat, ajb, dokumen lain dari developer dan bank)
    Terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk Surat" Sudah Oke pak, namun aslinya masih di bank karena masuk sebagai jaminan.

      Hapus